ocidbrass

SARANA UNTUK SALING BERBAGI

Program Apakah Yang (Sebaiknya) Dipakai Untuk Membangun Toko Online

Written by ocid on 7.7.09

Ada banyak software / CMS yang dapat kita gunakan jika kita ingin membangun sebuah toko online (e-commerce). Dan yang asyik, hampir keseluruhan program tersebut dapat kita gunakan secara gratis. Namun banyaknya pilihan tersebut di satu sisi justru malah membuat kita bingung sendiri untuk menentukan program manakah yang sebaiknya kita gunakan jika kita memang berniat untuk membangun toko online.

Sebenarnya, pemilihan software / CMS yang cocok untuk kita tidak bisa lepas dari seperti apakah toko online yang kita bangun tersebut. Kasus ini mungkin mirip dengan kasus memilih handphone. Ada begitu banyak pilihan handphone dengan aneka fitur yang ditawarkan dan beragam harga pula. Apabila kebutuhan kita ternyata hanya terbatas untuk menelepon dan SMS saja, maka akan sangat mubadzir jika kita gunakan uang kita untuk membeli misalkan sebuat Blackberry. Namun jika kebutuhan handphone kita memang diperlukan juga untuk akses data lainnya misalnya mengecek email, maka sebuah handphone dengan fitur sederhana pasti tidak akan dapat memuaskan kebutuhan anda.

Untuk itu, kembali ke masalah toko online. Dalam menentukan program CMS yang cocok untuk toko online kita tidak lepas dari kebutuhan fitur apa yang kita inginkan untuk toko online kita tersebut. Untuk ini sedikit sharing berikut mudah-mudahan dapat sedikit banyak bermanfaat untuk membantu kita menentukan CMS apa selanjutnya yang akan kita pilih.

1. Jika kita ingin membuat sebuah Mall.
Jika kita ingin agar toko online kita layaknya sebuah Mall atau sebuah Authority Site, dimana kita tidak sekedar jualan produk, tetapi kita juga memberikan jasa-jasa lainnya misalkan jasa konsultasi, image gallery, Forum Diskusi, dsb, maka CMS yang cocok digunakan menurut saya adalah Joomla + Virtuemart-nya.
Hampir segala fitur yang dibutuhkan oleh toko online bisa dilayani oleh Virtuemart. Sedangkan kekuatan Joomla sebagai sebuah CMS yang dipersiapkan untuk menjadi sebuah portal, membuatnya memiliki fitur yang nyaris tak tertandingi oleh CMS program e-commerce lainnya.
Kelemahan dari CMS ini adalah Joomla + Virtuemart membutuhkan resource space / memory yang sangat besar. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada kecepatan loading website / toko online yang kita bangun. Belum lagi kita tentunya butuh menyewa hosting yang memiliki kapasitas cukup besar, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap faktor biaya yang pasti lebih mahal. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah kompatibilitas browser. Modul dan Komponen yang digunakan di Joomla yang lumayan rumit biasanya sedikit bermasalah di beberapa jenis browser.
Jika anda memang menggunakan CMS ini untuk website / toko online anda, yakinkanlah bahwa website anda dapat berjalan dengan baik pada beberapa browser utama seperti Mozila Firefox, Internet Explorer, Google Chrome, Opera, dan Safari.

2. Jika kita ingin membuat sebuah toko online yang terintegrasi dengan artikel.
Banyak mereka yang ingin membangun toko online-nya terintegrasi langsung dengan artikel / posting. Hal ini dikarenakan diantaranya adalah selain lebih interaktif, toko online tersebut juga akan lebih baik secara SEO. Hal tersebut tentunya akan menguntungkan karena akan banyak membantu website / toko online tersebut supaya lebih Search Engine Friendly. Untuk itu jika bermaksud membangun toko online jenis ini, ada baiknya menggunakan Wordpress.
Sebagai sebuah CMS yang dipesiapkan untuk sebuah blog, Wordpress sangat powerfull untuk memposting sebuah artikel. Sedangkan untuk kebutuhan toko online, maka bisa ditambahkan plugin Wp-ecommerce ataupun plugin Quick-Shop. Kelebihan wordpress ini adalah resource yang dibutuhkan jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan oleh Joomla + Virtuemart.

3. Jika kita ingin membangun toko online mandiri.
Istilah toko online mandiri murni rekaan saya aja untuk menggambarkan sebuah toko online yang memang murni hanya jualan produk saja. Untuk itu CMS yang digunakan sebaiknya adalah sebuah CMS yang memang disediakan khusus untuk toko online / e-commerce. Ada banyak pilihan CMS semacam ini, mulai dari oscommerce, prestashop, zenchart, dll. CMS jenis ini sangat ringan dan memakan resource yang cukup kecil sehingga cukup ekonomis.

4. Jika kita ingin website jualan / toko semi online
Yang saya maksud toko semi online adalah website yang semata-mata digunakan sebagai etalase, ajang untuk memajang barang dagangan. Adapun untuk transaksinya sendiri masih dilakukan secara konvensional dimana si pembeli memesan barang yang dimaksud kepada penjual, kemudian transfer uang, selanjutnya barang dikirim. Jika anda memang bermaksud membangun toko online jenis ini, maka anda memiliki banyak sekali pilihan untuk membuatnya. Mulai dari membuat situs dengan domain sendiri, sampai ke memanfaatkan layanan blog / website yang bisa anda dapatkan secara gratisan. Anda dapat menggunakan jasa pelayanan blogger / blogspot, wordpress.com, multiply, facebook, ataupun friendster untuk hal semacam ini.

** Maaf, hanya sebuah sharing abal-abal :-) **

Baca Selengkapnya......

Antara OsCommerce, Wp eCommerce, dan Virtuemart (lanjutan)

Written by ocid on 6.5.09

Setelah sebelumnya dibahas mengenai program e-commerce secara umum, maka untuk pembahasan kali ini saya akan coba persempit lagi pembahasannya dengan hanya membahas 3 program e-commerce yang "paling terkenal" saja yaitu oscommerce, virtuemart, dan wp e-commerce. Oscommerce saya anggap mewakili kelompok pertama aca bahasan sebelumnya), sedangkan Virtuemart dan Wp e-commerce saya anggap penting karena fakto Joomla dan Wordpress yang boleh dibilang sangat populer di kalangan para pembuat website.

Sebenernya pemilihan program ecommerce yang cocok tidak bisa lepas dari konsep awal kita ingin toko online yang bagaimana ? Jika kita hanya menginginkan toko online semata, maka saya menganggap program oscommerce (ataupun teman-temannya semisal zenchart, prestashop, dll) adalah yang paling cocok. Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa oscommerce tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sebuah toko online. Selain itu karena program ini bisa berjalan secara independen tanpa, maka tentunya akan lebih menghemat memory. Kekurangan dari oscommerce yang saya rasakan (subjective nih), adalah saya cukup kesulitan untuk mengkustomisasi. Memang ini bisa dikarenakan basic saya yang bukan IT, sehingga bahkan hanya untuk sekedar menggati theme saja saya mengalami kegagalan :( . Tapi toh saya selama ini tidak mengalami kendala yang berarti kalau bermaksud mengganti theme / template di Wordpress dan Joomla. Artinya untuk mengganti theme atau mengkustomisasi oscommerce, maka dibutuhkan pengetahuan bahasa html dan php yang lebih lagi.

Nah jika anda bermaksud membangun toko online tidak semata-mata berdagang atau memajang etalase barang dagangan anda dalam hal ini mungkin anda ingin juga agar toko online anda diisi dengan artikel-artikel, maka menurut saya program ecommerce yang cocok dengan kebutuhan anda adalah dengan menggunakan Virtuemart ataupun Wp ecommerce.
Kenapa ? Karena anda akan mendapatkan tambahan fasilitas yang tidak dimiliki oleh suatu program atau CMS murni untuk ecommerce. Fasilitas itu memang merupakan kelebihan yang dimiliki oleh Joomla maupun Wordpress.

Wordpress sedari awal memang sudah disiapkan sebagai CMS blog. Demikian pula dengan Joomla yang aslinya merupakan CMS untuk sebuah portal Web. Pembuatan artikel oleh keduanya merupakan sesuatu yang sangat mudah. Keuntungannya menggunakan Virtuemart dan Wp ecommerce adalah toko online anda akan terintegrasi dengan baik dengan artikel-artikel yang ingin anda sampaikan. Jika anda memasang oscommerce misalnya, maka anda tidak akan dapat melakukan itu. Untuk menampilkan artikel, maka anda harus menginstall CMS lainnya semisal Wordpress. Pengintegrasian antara keduanya paling hanya dengan membuat salah satunya menjadi subdomain bagi yang lainnya.

Selanjutnya yang mana yang lebih baik antara Virtuemart dan Wp eCommerce ? Ini pertanyaan yang sulit dijawab mengingat factor subjektifitas cukup berperan. Para wordpress mania pasti mengatakan WP ecommerce lebih baik, sedangkan Joomla mania akan mengatakan Virtuemart lebih baik. Saya sendiri akan berusaha untuk berada di tengah-tengah.

Terus terang saya pribadi lebih familiar dengan Wordpress ketimbang Joomla. Bagi saya Wordpress sangat powerfull dan sederhana untuk membangun sebuah situs blog. Namun untuk penggunaannya sebagai ecommerce, ternyata saya lebih menyukai menggunakan Virtuemart dibandingkan dengan menggunakan wp ecommerce.
Alasan mengenai ini terutama adalah mengenai faktor fleksibilitas. Bagi saya Virtuemart dengan Joomlanya lebih enak dan lebih mudah untuk dikustomisasi secara layout dibandingkan dengan Wp ecommerce dengan Wordpress-nya. Mungkin hal itu disebabkan karena Joomla memang dari awal dipersiapkan untuk menjadi suatu Portal Web dan bukan sebagai Blog sebagaimana Wordpress. Maka tidak heran, dalam factor kustomisasi layout dan kelengkapan fasilitas, saya pribadi menganggap Virtuemart masih lebih unggul disbanding Wp ecommerce.

Ketika saya mencoba untuk mencari layout / theme / template yang cocok untuk toko online yang saya inginkan, terus terang saja saya cukup kesulitan mencari template yang sesuai jika saya menggunakan wp ecommerce. Berbeda dengan Virtuemart, saya malah kebingungan memilih template yang terbaik karena ternyata cukup banyak template yang memikat bagi saya.

Namun ada juga kekurangan yang saya rasakan ketika menggunakan Virtuemart disbanding Wp ecommerce. Faktor support. Entahlah, namun hal ini saya rasakan ketika saya menemukan masalah atau problem pada saat kustomisasi ataupun lainnya. Saya merasa lebih mudah untuk menemukan pemecahan masalah untuk Wordpress dibandingkan dengan jika saya mencari pemecahan masalah untuk Joomla atau Virtuemart. Sering ketika saya mengutak-atik Virtuemart dan menemukan masalah, saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan sehingga terpaksa saya cari pemecahannya sendiri yang tentunya memakan waktu lebih banyak.

Baca Selengkapnya......

Virtuemart, Wp e-commerce, atau OsCommerce ?

Written by ocid on 2.5.09

Program apa sih yang sebaiknya saya pakai jika saya hendak membuat toko online ? Pertanyaan itulah yang biasanya pertama kali muncul bagi mereka saja yang bermaksud untuk mencoba menjual barang melalui toko online. Tak dapat dipungkiri, kemajuan pemahaman orang mengenai internet salah satunya adalah membuka peluang dalam mengembangkan bisnis dagang melalui internet. Banyak hal yang menjadikan orang berpaling untuk membangun toko secara online alih-alih membangun toko offline. Biaya yang tidak semahal jika kita mendirikan toko ofline tentunya adalah salah satu alasan orang untuk membangun toko online, disamping keluasan jaringan pemasaran yang tidak lagi dibatasi oleh jarak dan waktu. Selanjutnya adalah kembali ke pertanyaan awal, program apakah yang sebaiknya saya gunakan jika saya bermaksud membangun toko online ?

Tak mudah memang menjawab pertanyaan tersebut. Hal tersebut sangat bergantung kepada masing-masing pengguna karena semua kembali ke kebiasaan yang mereka bisa lakukan serta apa yang mereka inginkan terhadap toko online tersebut. Bagi yang terbiasa menggunakan Wordpress, mereka mungkin akan mengatakan plugin wp e-commerce lah yang terbaik. Ada juga orang lain yang mengatakan oscommerce lah yang terbaik. Sulit memang. Karena jawaban ini cenderung subjective. Tapi juga bukan berarti tidak bisa dibandingkan.
Artikel ini tidak bermaksud untuk menunjukkan yang mana yang lebih baik dari yang lain. Tidak juga melakukan perbandingan yang professional terhadap produk-produk program e-commerce yang ada. Artikel ini hanyalah memberikan suatu sudut pandang yang lain mengenai program e-commerce dari seorang pemula yang mencoba-coba untuk membangun toko online. Yah... sekedar menambah wawasan mungkin.

Secara garis besar, program e-commerce dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah program yang sedari awal memang dibuat khusus untuk menjawab kebutuhan mengenai toko online. Ada banyak sekali program e-commerce yang masuk dalam kelompok ini. Yang paling terkenal adalah oscommerce. Selain itu juga ada zenchart, prestashop, magento, dan masih banyak lagi program-program lainnya. Sedangkan kelompok kedua adalah program e-commerce yang merupakan tambahan bagi program lainnya. Yang paling terkenal dari kelompok kedua ini ada yaitu Virtuemart yang merupakan component dari Joomla, dan Wp e-commerce yang merupakan plugin bagi Wordpress. Yang asik adalah, hampir kesemua program tersebut bersifat Open Source yang bisa kita gunakan secara gratis.

Ada kelebihan dan kekurangan dari kelompok pertama dan kedua. Kelompok pertama, karena memang dipersiapkan dari awal untuk memenuhi kebutuhan e-commerce biasanya memang sudah kaya akan feature yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu e-commerce. Tapi hal ini bukan berarti bahwa program yang di kelompok kedua juga kurang dalam hal feature. Meskipun dibuat hanya sebagai componen tambahan bagi Joomla, Virtuemart ternyata juga dilengkapi feature-feature kebutuhan toko online yang tidak kalah lengkap dari program di kelompok pertama semisal oscommerce. Bahkan feature yang dimiliki induknya (dalam hal ini Joomla) mungkin malah menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh program e-commerce di kelompok pertama. Kekurangan yang terlihat jelas dari program di kelompok kedua adalah kebutuhan akan memory yang lebih besar. Hal ini sangat bisa dimaklumi, karena untuk dapat memanfaatkan Virtuemart atau WP e-commerce, kita harus terlebih dahulu menginstall Joomla atau Wordpress terlebih dahulu.

Tulisan ini masih berupa pendahuluan. Insya Alloh kedepan akan saya coba untuk membahas lebih lanjut mengenai program e-commerce ini.

Baca Selengkapnya......

Mailbox - Asesories Rumah yang Hampir Terlupakan

Written by ocid on 26.4.09

Tak dapat dipungkiri, benda ini dulu pernah mengalami puncak kejayaannya ketika peradaban manusia mulai mengembangkan suatu sistem komunikasi efektif yang dapat menghubungkan orang-orang yang berada di tempat yang berjauhan dengan menggunakan jasa pengiriman pos. Ya, pada masa kejayaannya dulu, hampir setiap rumah dilengkapi dengan assesories ini. Meskipun pada jaman sekarang ini keberadaanya perlahan-lahan sudah mulai menghilang seiring dengan digantikannya fungsi pengiriman surat secara tradisional melalui jasa pos menjadi pengiriman surat digital melalui email. Namun, keberadaan kotak ini tetap bertahan, baik itu berfungsi sebagai fungsi utamanya, ataupun juga hanya sebagai pelengkap dan penghias rumah. Kotak ini adalah Mailbox atau yang lebih kita kenal dengan Kotak Pos.

Mailbox umumnya dibuat secara sederhana. Yang penting dia mampu menjalankan fungsinya untuk menampung surat-surat yang dikirmkan. Seiring perkemabangan fungsinya sebagai penghias rumah, maka perlahan-lahan mailbox juga mengalami evolusi bentuk. Jika anda ingin melihat-lihat berbagai macam bentuk mailboxes yang cantik, anda dapat berkunjung ke salah satu site yang ada di internet, salah satunya yaitu mailboxixchange.com.

Di web site ini anda dapat melihat-lihat berbagai macam bentuk mailbox nan cantik. Kategorinya juga bermacam-macam. Ada Single-Unit Mailbox & Post Packages, Wall Mount Mailboxes , Commercial Mailboxes, Post Mount Mailboxes, Multi-Unit Mailboxes, dan masih banyak lagi jenis-jenis mailbox lainnya.
Jadi bagaimana ? tertarik untuk lebih mempercantik lagi rumah anda. Salah satu alternatif yang bisa anda lakukan mungkin salah satunya adalah dengan memasang mailbox yang cantik di depan rumah anda.

Baca Selengkapnya......

THE BUSIER YOU ARE

Written by ocid on 22.4.09

Suatu hari, seorang ahli 'Managemen Waktu' berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.

Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata:
"Baiklah, sekarang waktunya kuis " Kemudian dia mengeluarkan toples berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:" Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"

Kemudian dia berkata, " Benarkah? Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:

" Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun,
" Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab.
" Bagus!" jawabnya.

Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir.
Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab

Sekali lagi dia berkata, "Bagus!" Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kpd para siswanya dan bertanya:

"Apakah maksud dari ilustrasi ini?"

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"

"Bukan!", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :

JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu.

Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.

Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.
Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".

source : an email from my friend

Baca Selengkapnya......


Dalam rangka saling berbagi, maka ocidbrass memperbolehkan sebagian ataupun keseluruhan artikel yang ada di blog ini untuk dikutip atau di-copy tanpa perlu izin dari pemilik blog ini terlebih dahulu dengan catatan menyebutkan alamat tempat sumber tersebut dikutip atau di-copy.


Masukkan email anda :

Delivered by FeedBurner