Ubuntu : Linux for Human Beings

Beberapa tahun yang lalu, dominasi RedHat sebagai distro yang paling populer dapat bertahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Selain bersifat komunitas, RedHat sebagai pembuatnya juga men-support penuh para penggunanya. Setelah RedHat tidak lagi berfokus pada komunitas, dan mengalihkan project komunitasnya menjadi Fedora project, perlahan tapi pasti Mandrake mulai mengambil posisi RedHat. Tidak berbeda jauh dengan RedHat, distro Mandrake pada akhirnya juga menjadi distro komersial. Meski masih menyediakan versi download, namun pamor distro ini sudah semakin turun di mata para penggunanya.
Di saat banyak pengguna Linux ingin mencari distro yang berfokus pada komunitas dan memiliki support yang bagus, muncu distro Ubuntu ke permukaan. Distro turunan dari Debian ini selain free, juga ditunjang secara komersial oleh Canonical Ltd. yang dimiliki Mark Shuttleworth. Tak heran jika Ubuntu menjadi distro favorit baru di kalangan pengguna Linux. Bahkan dalam daftar distro terfavorit pada situs distrowatch.com, distro ubuntu menduduki peringkat pertama pilihan para pengguna Linus diatas distro SUSE.

Promosi yang dilakukan oleh pihak Ubuntu untuk memperluas jangkauan penggunanya juga sangat baik. Selain menyediakan file iso images, pihak Ubuntu lewat layanan Shipit-nya juga menyediakan layanan Free CD, yang dapat mengirimkan beberapa kepingan CD Ubuntu secara gratis ke alamat pemesannya.

Setelah sukses dengan Ubuntu yang menggunakan GNOME sebagai default desktop-nya, terdapat project lainnya dari Ubuntu yang bernama Kubuntu, Xubuntu, dan Edubuntu. Perbdeaan antar distro turunan Ubuntu ini terletak pada pilihan default desktop yang digunakan oleh setiap distro.

Sekilas distro Ubuntu
Distro ubuntu pertama kali dirilis pada tanggal 20 Oktober 2004 dengan versi name Ubuntu 4.10 (The Warty Warthog). Paket-paket uang digunakan dalam distro Ubuntu berasal dari paket Debian Unstable (sid) yang telah dimodifikasi. Meski berasal dari paket debian, banyak hal yang menyebabkan tidak kompatibelnya paket Ubuntu dengan paket Debian. jadi disarankan untuk tidak menginstalasi paket Debian di sistem Ubuntu maupun sebaliknya.

Pada mulanya, ubuntu menitikberatkan sebagai distro yang berorientasi pada desktop. Namun pada versi 6.06, selain untuk desktop, Ubuntu juga mengeluarkan versi untuk server. Distro yang disponsori oleh Canonical Ltd. ini juga memiliki waktu rilis yang teratur dan dapat diprediksi. Terhitung setiap enam bulan sekali, Ubuntu mengeluarkan rilis terbarunya kepada publik. Biasanya rilis terbaru Ubuntu, selalu beriringan dengan rilis terbaru dari desktop GNOME.

Banyak hal yang membuat distro Ubuntu menjadi terasa spesial bagi para penggunanya. Pertama, Ubuntu berkomitmen untuk selamanya gratis (free of charge) dan tidak ada bayaran tambahan untuk versi enterprise edition. Tim Ubuntu memberikan hasil kerjanya kepada semua orang dalam pengertian free yang sama. Ubuntu juga memiliki infrastruktur penerjemahan dan akses terbaik sebagaimana yang harus disediakan oleh komunitas free software, agar Ubuntu dapat bermanfaat bagi orang sebanyak mungkin. Dukungan untuk security update dalam kurun waktu 18 bulan juga diberikan oleh Ubuntu untuk setiap rilis-nya. Dan yang paling menarik, pihak Ubuntu bersedia mengirimkan CD Ubuntu secara gratis ke alamat kita, dengan cukup mengisikan alamat pengiriman CD Ubuntu di halaman situs Shipit for Ubuntu.
(dikutip dari InfoLinux)

http://www.ocidbrass.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *