Team Building ala The Avengers

Team Building ala the Avengers

The Avengers, huah….seneng sekali rasanya setelah sekian lama menanti film ini dari tahun lalu dengan sabar (emangnya mau gimana lagi hehe..), akhirnya kesampean juga liat aksi para jagoan yang selama ini maen film sendiri-sendiri seperti Hulk, Captain Amerika, Thor, Ironman (yang ini malah sampe dua episode) akhirnya maen bareng-bareng di satu film. Maklum mereka itu jagoan-jagoan masa kecil saya (sstt… padahal sampe sekarang lho…jangan bilang-bilang ya…). Jadi ngeliat mereka tampil bareng, apalagi dengan visual efek ala Holywood yang luar biasa, serasa berjuta rasanya hehehe…

Film ini sendiri menceritakan tentang pertarungan antara enam orang pahlawan super melawan seorang penjahat bernama Loki. Hah…gak salah tuh… Enam orang ngelawan satu? Gak rame donk? Tenang sodara-sodara, ceritanya tidak sesederhana itu. Justru ini menariknya, karena ternyata tidak semudah itu enam orang yang memiliki keahlian dan kekuatan luarbiasa bisa bekerjasama melawan satu orang penjahat. Apalagi penjahat itu jagoan juga, licik, sekaligus pinter banget manipulasi emosi dan pikiran orang.

Nonton film ini, saya belajar bagaimana sebuah tim itu terbentuk dan dapat bekerjasama dengan baik. Prosesnya kalau boleh saya bagi, terdiri dari beberapa tahap.

Stop Press… Cerita ini mengandung bocoran cerita film the Avengers. Bagi yang tidak mau mengetahui alur cerita film the Avengers, sebaiknya tidak melanjutkan baca artikel ini sampai selesai.

Tahap 1 : Pembentukan

Proses pembentukan tim Avenger dimulai ketika tokoh dari S.H.I.E.L.D bernama Nick Fury bermaksud mengumpulkan para jagoan super untuk suatu misi rahasia. Mulailah Nick dibantu oleh Agen Romanov (Black Widow) mengumpulkan para jagoan super yang akan direkrut untuk bergabung dengan the Avengers, mulai dari Hulk, Captain Amerika, dan Ironman. Belakangan Thor ikut bergabung dengan kelompok ini.

Tahap 2 : Konflik

Ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan menyatukan para jagoan. Itu karena mereka punya ego dan kepentingan masing-masing. Thor punya kepentingan untuk membawa Loki yang juga saudaranya untuk kembali ke tempat asal mereka di Asgard. Tony Stark alias Ironman yang memang pada dasarnya adalah seorang yang tidak mau diatur dan bertindak seenaknya sendiri. Belum lagi misi dari S.H.I.E.L.D dan Nick Fury yang bersifat rahasia sehingga menimbulkan kecurigaan diantara sesama mereka. Hal-hal itu menjadikan seorang Loki dengan leluasa mengadu domba mereka sehingga para jagoan tersebut akhirnya malah bertarung antar mereka sendiri.

Tahap 3 : Penyamaan Visi dan Misi

Kerusakan yang terjadi akibat perkelahian diantara sesama mereka akhirnya membawa kesadaran pada para jagoan akan kesalahan yang telah mereka perbuat. Di sinilah peranan penting seorang Nick Fury. Meskipun dia bukanlah seorang yang memiliki kekuatan super, dengan sedikit trik, Nick berhasil menyatukan visi para jagoan agar mau bekerja sama dalam menjalankan misi tim yaitu mengatasi kejahatan Loki.

Tahap 4 : Team Work alias Kerjasama

Setelah tim memiliki visi dan misi yang sama. Akhirnya tim ini dapat bekerjasama dengan baik. Mereka mengerjakan tugas sebagaimana keahlian mereka masing-masing.

Jadi insight dari film (menurut saya lho)

– Perlunya visi dan misi tim agar disampaikan dan disamakan ke anggota tim. Ketika Nick Fury main rahasia-rahasiaan, para anggota tim jadi saling curiga. Tapi setelah tujuan tim itu disampaikan, mereka akhirnya memiliki visi yang sama sehingga tujuan tim bisa tercapai.

– Perlunya seorang pemimpin yang kuat sehingga mampu menyatukan dan mengoptimalkan tim. Di sini, meskipun Nick Fury seorang yang tidak memiliki kekuatan super, tapi dengan caranya ia mampu mengajak tim agar mau bekerja sama.

Di dunia nyata, tim yang mirip dengan the Avengers menurut saya adalah tim sepakbola asal Spanyol, Real Madrid. Madrid yang memiliki pemain-pemain bintang ternyata tidak lantas menjamin mereka akan selalu sukses. Itu karena para pemain bintang ternyata membawa ego mereka sendiri-sendiri sehingga berdampak minimnya prestasi Madrid di sekitar tahun 2009 dan 2010.

Sampai akhirnya datanglah sosok Mourinho yang memiliki pribadi kuat. Dia mampu mengendalikan ego-ego para pemainnya sehingga akhirnya Madrid bisa meraih kesuksesan kembali. Sosok Mourinho disini mirip dengan sosok Nick Fury yang tidak memiliki kekuatan super. Mourinho mungkin tidak sehebat para pemainnya dalam bermain bola. Tapi ia mampu mempengaruhi para pemainnya sehingga bisa bermain sebagai sebuah tim yang solid.

Jangan lupa juga peranan kapten lapangan. Peran seorang kapten lapangan juga penting demi menjaga agar alur dan ritme pergerakan tim berada di koridor yang telah ditetapkan. Jika di Real Madrid peranan ini dipegang oleh Iker Casillas, maka di the Avenger peranan ini dipegang oleh Captain Amerika.

Captain Amerika memang tidak sekuat Hulk dan Thor. Ia juga tidak memiliki peralatan canggih seperti Ironman dan Hawkeye yang memiliki panah keren. Tapi ia memiliki visi dalam mengatur tim. Asyik sekali menyaksikan Captain mengatur kerjasama tim. “Barton, I need you on top of that building. Round up and shoot down all the strays you see. Iron Man, cover the skies. Don’t let anything break that perimeter. Agent Romanoff and I will cover the ground and get these civilians out. Hulk, Smash.” Kereeeennnnnn….. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *