Perbedaan Mendasar Antara Linux dan Windows

Seorang bernama Jack Wallen yang telah menggunakan Linux sekitar kurang lebih 10 tahunan mengakui bahwa dari awal dia mengetahui adanya perbedaan mendasar antara Linux dan Windows yang akan membuat keduanya selalu terpisah. Namun ini bukanlah suatu bahasan mengenai Sistem Operasi (OS) mana yang lebih baik antara Linux dan Windows.

Setidaknya ada beberapa perbedaan yang mendasar diantara keduanya yaitu :

1. Full Access dan No Access
Perbedaan yang sangat significan antara keduanya adalah kebebasannya dalam mengakses Source Code. Fakta bahwa Linux memiliki GNU Public License telah memungkinkan para penggunanya untuk mengakses sampai ke kode Kernel yang menjadi dasar Sistem Operasi Linux. Sedangkan Windows ? Silahkan anda mencobanya jika anda bisa, kecuali jika mungkin anda termasuk anggota kelompok yang terseleksi yang diizinkan Microsoft untuk mengaksesnya.

2. Licensing Freedom vs Licensing Restrictions
Dengan Linux GPL-Licensed OS, maka kita bebas untuk memodifikasi suatu software dan menggunakannya atau bahkan mempublikasikan ulang dan menjualnya (selama kodenya masih tersedia). Dengan GPL ini pula, maka kita dapat mendownload sebuah salinan Linux (atau aplikasi pendukungnya) dan menginstallnya di seberapapun komputer yang kita ingin gunakan. Berbeda dengan Microsoft License, kita tidak akan diperbolehkan melakukan hal-hal tersebut. Kita dibatasi hanya pada license yang telah kita beli saja. Jadi misalkan anda membeli 10 License, maka anda hanya bias menginstall OS tersebut hanya pada 10 unit komputer saja.

3. Online Peer Support vs Paid Help-desk Support
Dengan Linux, anda akan mendapatkan support dari forum, online search, dan beberapa situs web site. Jika memang dibutuhkan, anda juga dapat membeli contract support dari perusahaan Linux yang besar (Red Hat dan Novell)
Sedangkan Windows, anda memang bisa mendapatkan hal yang sama dari Microsoft dan banyak situs online. Bahkan anda dapat membeli support dari Microsoft sendiri. Namun dukungan erat dari komunitas pengguna Linux biasanya membuat kesempatan untuk mendapatkan solusi dari masalah menjadi lebih cepat.

4. Full vs Partial Hardware Support
Hampir semua pembuat hardware biasanya sudah menyediakan driver yang compatible dengan Windows. Ini agak berbeda dengan Linux dimana masih ada beberapa hardware yang ternyata masih belum support atau tidak dapat berfungsi jika digunakan dengan OS Linux.

5. Command Line vs No Command Line
Bagaimanapun memang kekuatan utama Linux adalah di Command Line. Meskipun Linux sekarang didukung dengan tampilan Graphis yang sangat baik, namun command line tetap menjadi tool yang tidak ternilai untuk perkerjaan administrasi OS. Sedangkan Windows memang dilahirkan dari awal dengan menggunakan tampilan graphis. Memang di Windows masih bisa menggunakan Command Line, namun tidak sefleksibel Linux.

6. Centralized vs Noncentralized Application Installation
Di Linux, installasi terpusat di satu lokasi, misalkan melalui Package Management System semacam Synaptic. Sedangkan di Windows, installasi dilakukan dari masing-masing software yang akan diinstall dengan menjalankan file setup.exe

7. Flexibility vs Rigidity
Pada Windows kita bergantung pada apa yang Microsoft anggap ideal pada sebuah desktop. Sedangkan pada Linux kita dapat memilih seberapa banyak kelengkapan desktop yang kita inginkan. Dari mulai yang sederhana semacam Fluxbox sampai yang canggih semacam 3D Compiz. Linux desktop sangat fleksibel untuk digunakan di berbagai kondisi komputer yang digunakan.

Sebenarnya masih ada beberapa lagi perbedaan yang disebutkan oleh Jack Wallen. Hanya saja saya tidak cantumkan di sini karena saya pikir beberapa perbedaan tersebut tampaknya sudah mulai mengecil. Tapi bagaimanapun jika anda ingin membaca tulisan Jack Wallen ini, anda dapat membacanya dalam ebook tulisannya : “10 Fundamental Differences Between Linux and Windows“.

http://www.ocidbrass.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *