Pedagang Vs Pengusaha

Tulisan berikut ini saya dapatkan dari milis “Tangan Di Atas”. Cukup menarik untuk di-“share”. Berikut tulisannya :
Sebuah tulisan menarik dari mas Donny Kris, komandan TDA Malang. Di comot dari milis TDA Ngalam.
Wassalam.
-Sekretariat TDA-
Bila ada rekan yang berkunjung ke kantor, Saya paling sering mendapat pertanyaan seperti ini :
“Mas Donny mulai berbisnis tahun berapa?”. Entah kenapa ini adalah pertanyaan favorit (mungkin ditanyakan karena usia saya masih muda kali ya?), yang karena begitu favoritnya hingga saya kadang harus menjelaskan panjang lebar.
Karena pertanyaan favorit (yang berulang-ulang), sayapun sudah punya ‘template’ jawaban seperti ini:

‘Saya memulai berbisnis (baca: jadi pengusaha) masih baru 3 tahun mas, kira-kira tahun 2006-an’
Lalu pasti ada pertanyaan lagi seperti ini:
‘Loh koq cepet banget mas perkembangan bisnisnya? hanya dalam waktu 3 tahun?’
Dan karena sudah ada template, maka saya lanjutkan dengan :
‘Iya mas, masih 3 tahun menjadi pengusaha. Tapi sebelumnya saya sudah 6 tahun menjadi pedagang. Saya berdagang mulai tahun 2000-an mas’
Dan biasanya yang menanyakan pertanyaan favorit tadi ada sedikit rasa kebingungan (biasanya saya amati dari perubahan bola matanya, atau kerutan dahinya hehehe..).
Setelah itu, biasanya baru saya jelaskan panjang lebar…
Menurut saya (sekali lagi ini hanya menurut saya loh), untuk terjun ke dunia bisnis sebaiknya kita perlu memahami kedua arti diatas : Pedagang
& Pengusaha. Suatu istilah yang mempunyai kemiripan, namun bagi saya memiliki arti berbeda.
Di kampung halaman rumah ortu saya dahulu, ada seorang penjual sayuran keliling yang telah ‘berdagang’ mulai saya TK hingga saya SMA. Berarti kira-kira 14 tahun setiap hari dia keliling desa untuk menjajakan sayurannya. Meskipun kebutuhan hidupnya tercukupi dengan menjual sayuran, tapi tetap saja dia melakukan rutinitas (menjual sayuran) itu hingga 14 tahun lamanya! Tidak ada peningkatan yang berarti dari tahun ke tahun, karena mungkin saja dia (maaf) tidak memiliki visi yang cukup bagus dalam ‘bisnisnya’.
Pedagang, menurut saya adalah ‘orang yang memperjualbelikan sesuatu dengan tanpa visi jauh kedepan’, atau bisa juga ‘memperjualbelikan sesuatu hanya berorientasi pada profit jangka pendek’. Mereka umumnya berorientasi pada target jangka pendek. Misalnya, hanya sekedar berdagang mencari untung, tanpa memperhatikan bagaimana target pertumbuhan bisnisnya bulan depan atau tahun depan atau 5 tahun lagi, atau bahkan jia dia meninggal apa bisnisnya masih bisa diwariskan atau tidak.
Sedangkan Pengusaha, menurut saya adalah ‘orang yang memperjualbelikan sesuatu dengan visi jauh kedepan’, atau bisa juga ‘memperjualbelikan sesuatu TIDAK hanya berorientasi pada profit jangka pendek’.
Jadi pembeda utama antara Pedagang vs Pengusaha terletak pada Misi Visi bisnisnya. Dan bukan terletak pada jenis bisnisnya.
Perhatikan contoh berikut ini:
Pak Arif dan Pak Aman sama-sama menjadi pengayuh becak 10 tahun yang lalu. Setelah 3 tahun, Pak Arif tetap mengayuh becak, Pak Aman dari hasil kerjanya mulai membeli 1 becak lagi untuk disewakan.
Setelah 5 tahun,
Pak Arif tetap mengayuh becak,Pak Aman menginvestasikan kembali hasil kerja plus hasil sewa becaknya untuk membeli lebih banyak becak lagi, kini ia punya 10 becak yang disewakan.
Setelah 10 tahun,
Pak Arif tetap mengayuh becak, Pak Aman sudah tidak menjadi pengayuh becak karena ia bisa hidup dari becak sewaanya…
Mana yang bermindset Pedagang, mana yang bermindset Pengusaha?
Ada contoh 1 lagi.
Cak Man dan Cak To adalah sama-sama penjual bakso di kota Malang sejak 15 tahun yang lalu. Pada tahun ke-10, Cak To tetap menjadi penjual bakso keliling, Cak Man mulai merancang ‘konsep’ franchise
Sekarang,
Cak To tetap menjadi penjual bakso keliling, Cak Man sudah mempunyai puluhan gerai franchise miliknya dan kini ia tidak bekerja lagi.
Sekali lagi mana yang bermindset Pedagang, mana yang bermindset Pengusaha?
Dalam catatan perjalanan bisnis saya,
Selama 6 tahun saya bermindset ‘pedagang’ saya hanya fokus pada profit. Saya tidak tahu berapa pertumbuhan bisnis saya tahun ini atau berapa target pertumbuhan bisnis tahun depan. Blank. Yang penting jalan, enjoy aja…. karena toh dari profit tersebut saya bisa membiayai kuliah saya (waktu itu masih mahasiswa) dan juga untuk sedikit kebutuhan hidup lainnya. Dan ternyata, setelah menginjak tahun ke-5 berdagang saya rasakan mulai ada kejenuhan besar. Karena rutinitas sehari-hari hanya itu-itu saja. Tidak ada tantangan yang berarti karena Visi bisnis tidak ada. Mau ngapain lagi ya..?
Dalam masa ‘berdagang’ ini, saya sempat menjalankan 4 bisnis yang berganti-ganti : Toko komputer, kursus komputer, web designer dan programmer freelance. Dan bisa ditebak : semuanya berjalan dengan hasil buruk! Karena tidak punya visi, semuanya jadi hambar. Sekedar untuk mencari profit, tidak ada pertimbangan lainnya. Motivasi juga sering loyo dan naik turun (banyak turun-nya). Hampir saja saya menyerah dengan pindah kuadran ke Employee karena yang dipikirkan adalah profit yang diterima sekarang jauh lebih kecil jika saya bekerja sebagai programmer di perusahaan besar (mindset saya saat itu bercita-cita menjadi programmer).
Hingga pada pertengahan 2005, saat mental saya sedang down, saya bergabung dengan banyak komunitas Enterpreneur baik skala lokal maupun nasional. Saya banyak belajar dari mereka. Dan saya menemukan jawaban yang saya cari selama ini : mengapa bisnis saya serasa hambar? Ternyata karena saya tidak punya Visi!
Saya masih ingat betul bagaimana Pak Purdie mencerahkan mindset saya, membuka pikiran saya dengan membedakan Pedagang dengan Pengusaha! Ternyata yang saya lakukan selama ini masih bermindset pedagang, bukan pengusaha.
Dan setelah itu, saya mempunyai pemahaman yang baru tentang berbisnis dengan mindset Pengusaha. Saya mulai dengan menjalankan perusahaan yang saya tekuni hingga sekarang ini. Bagaimana dengan bisnis anda saat ini? Saya yakin, anda sudah mempunyai Misi & Visi Bisnis yang jelas kan..?

http://www.ocidbrass.com

4 Responses to Pedagang Vs Pengusaha

  1. Deni_borin says:

    tulisan yg menarik

    salam kenal bos

  2. ocid says:

    makasih mas Deni

  3. kang dadang says:

    tulisan dari milis yang cukup menginspirasi

  4. ocid says:

    nuhun kang Dadang parantos mampir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *