Pak Pemilik Mobil Tak Mampu Beli Tempat Sampah

Buanglah Sampah pada Tempatnya“. Kalimat itu pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sudah dari semenjak kecil rasanya slogan-slogan mengajak hidup bersih dan sehat itu didengungkan di telinga kita. Masih banyak slogan-slogan lainnya yang berhubungan dengan hal tersebut misalnya “Kebersihan sebagian daripada Iman” atau yang lainnya, yang pada intinya mengajak kita semua untuk membudayakan hidup sehat.

Slogan-slogan tadi jika dilihat dari susunan kata mungkin sangat sederhana. Dan pelaksanaannya-pun juga terlihat sangat sederhana. Buanglah – Sampah – Pada – Tempatnya. Cuma terdiri dari 4 kata. Anak kecilpun rasanya mengerti makna dari gabungan keempat kata tadi. Artinya kan kurang lebih : Jika kita mau membuang sampah, sampah itu harus dibuang ke tempat sampah. Tempat sampah tahu kan ?

Namun jika kita melihat realita yang ada sekarang ini, ternyata saya kira belum banyak yang memahami makna di balik empat kata tersebut. Pagi ini, ketika saya sedang berangkat ke pekerjaan, di saat sedang menunggu lampu merah, seorang bapak yang mengendarai Toyota Rush tipe S dengan santainya membuka kaca jendela mobilnya sambil membuang plastik ke jalanan. Jika sudah begitu sebenarnya yang menjadi pertanyaan: Apakah si bapak tersebut belum mengerti makna kalimat “Buanglah Sampah pada Tempatnya” ? Ataukah si bapak tersebut belum tahu seperti apakah tempat sampah itu sehingga jalanan beliau anggap sebagai tempat sampah ? Atau jangan-jangan si bapak tersebut belum pernah mendengar kalimat “Buanglah sampah pada tempatnya”? Atau jangan-jangan bapak pengendara mobil Toyota Rush Tipe S tersebut tidak mampu membeli tempat sampah di mobil?

Saya sendiri tidak mengetahui jawaban pasti pertanyaan di atas. Tapi saya hanya bisa mengajak marilah kita bersama-sama memulai gerakan hidup sehat. Kita mulai dari hal sederhana dahulu. Contohnya : dengan membuang sampah pada tempatnya. 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *