Marie Curie – Wanita Pertama Peraih Penghargaan Nobel

Marie CurieMarie Sklodowska Curie (7 November 1867 – 4 Juli 1934) merupakan orang pertama yang dianugrahi dengan 2 penghargaan Nobel yaitu nobel di bidang Fisika dan nobel di bidang Kimia. Beliau yang lebih dikenal dengan Marie Curie merupakan seorang Fisikiwan sekaligus Kimiawan terkenal keturunan Polandia-Perancis dan merupakan pionir dalam penelitian mengenai zat Radioaktif.

Lahir di Salomea Warsawa, Polandia Rusia, Curie tinggal disana sampai usia 24 tahun. Tahun 1897, Curie mengikuti jejak kakaknya belajar ke Paris dimana dia meraih gelar kesarjanaan dan melakukan riset ilmiahnya di sana. Hadiah nobelnya di bidang Fisika pada tahun 1903 didapatkannya bersama dengan suaminya Pierre Curie serta Henri Becquerel. Marie Curie merupakan wanita pertama peraih penghargaan Nobel. Dia juga merupakan satu-satunya wanita yang memperolehnya di dua bidang ilmu pengetahuan, serta satu-satunya yang memperolehnya untuk multi disiplin ilmu.

Beberapa prestasinya diantaranya adalah teori radioaktif (istilah yang ia ciptakan), teknik untuk mengisolasi radioaktif isotop, dan penemuan dua elemen yaitu Polonium dan Radium. Di bawah arahnya, studi pertama di dunia dilakukan dalam pengobatan neoplasma , dengan menggunakan isotop radioaktif. Beliau mendirikan dua istitut yaitu the Curie Institute di Paris serta the Curie Institute di Warsawa.

Meskipun tinggal di Perancis, Curie tidak pernah melupakan identitasnya sebagai orang Polandia. Dia mengajarkan anak-anaknya bahasa Polandia dan sering mengajak mereka berkunjung ke Polandia. Untuk itulah dia memberi nama “Polonium” pada tahun 1898 untuk unsur Kimia yang ditemukannya sebagai rasa cintanya ke negara asalnya Polandia.

Marie Curie mengunjungi Polandia untuk terakhir kalinya pada musim semi 1934. Beberapa bulan kemudian, pada tanggal 4 Juli 1934, Curie meninggal di Haute-Savoie , Perancis timur. Dia dikabarkan meninggal karena efek radioaktif yang selama ini dia teliti. Banyak penelitian-penelitian yang dilakukannya di gudang, tanpa langkah-langkah keamanan yang tepat. Dia telah membawa tabung reaksi berisi isotop radioaktif dalam saku dan menyimpannya di laci mejanya.
Dia dikebumikan di pemakaman di Sceaux , bersama suaminya Pierre. Enam puluh tahun kemudian, pada tahun 1995, untuk menghormati prestasi mereka, jenazah keduanya dipindahkan ke Panthéon, Paris . Dia menjadi yang pertama, dan sejauh ini hanya satu-satunya wanita yang dihormati dengan pemakaman di Panthéon atas kemampuannya sendiri. Laboratorium-nya sendiri diabadikan menjadi Musée Curie.
Karena tingkat radioaktif yang tinggi, surat-suratnya Curie dari tahun 1890 dianggap terlalu berbahaya. Bahkan buku masak nya sangat radioaktif. Barang-barang peninggalannya tersebut disimpan dalam kotak berlapis-timah, dan mereka yang ingin melihat atau mempelajarinya memakai pakaian pelindung.

Madame Curie dianugrahi dengan penghargaan Legiun Kehormatan Perancis. Di Polandia, ia menerima gelar doktor kehormatan dari Lwów Polytechnic pada tahun 1912, dari Poznań University pada tahun 1922, Kraków’s Jagiellonian University pada tahun 1924, dan Warsaw Polytechnic pada tahun 1926.

Pada tahun 1967, sebuah museum yang ditujukan untuk Madame Curie didirikan di “Kota Baru” Warsawa.

Tahun 2011 sendiri dinyatakan sebagai Tahun Marie Curie oleh Perancis dan Polandia. Diantara penghargaan lainnya, Google selaku mesin pencari paling populer di dunia memasang Doodle penghormatan terhadap “Marie Curie” pada tanggal 7 November 2011 sebagai peringatan kelahiran Marie Curie yang ke-144 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *