Latihan dan Disiplin

“We all love to win, but how many people love to train?”

(Kita semua menyukai kemenangan, tetapi seberapa banyak dari kita yang menyukai latihan?) adalah kalimat yang diucapkan oleh Mark Spitz, seorang bintang Olimpiade tahun 1972 di Munich, Jerman.

Waktu itu ia berhasil memperoleh tujuh medali emas, serta memecahkan tujuh rekor dunia baru dalam olah raga renang. (Rekor itu bertahan 36 tahun, baru dipercahkan oleh Michael Phelps, merebut 8 medali emas di olimpiade 2008).

Semua orang melihat Mark Spitz menerima medali emas dengan penuh kekaguman. Apa rahasia di balik keberhasilan Mark Spitz? Kuncinya adalah latihan dengan penuh kedisiplinan.

Mark Spitz berlatih keras sejak pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Ternyata untuk mencapai prestasi tersebut, Mark Spitz harus melalui latihan keras secara disiplin hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun. Baru ia bisa mendapatkan kesuksesan tersebut.

Seseorang yang ingin memperoleh kesuksesan dalam hidup (pekerjaan, sekolah, dll), harus membayarnya dengan suatu keunggulan. Keunggulan adalah buah dari suatu proses. Karena untuk meraih kesuksesan kita dituntut untuk membangun sebuah kebiasaan secara berulang-ulang. Keunggulan tidak didapat hanya dengan sebuah tindakan spontan atau sporadis, tapi suatu aktivitas yang dijalankan secara disiplin, sampai menjadi suatu kebiasaan yang sudah melekat pada diri kita. Bukan lagi keterpaksaan, tapi suatu tindakan relleks dari dalam, yang sudah mendarah daging karena dilatih.

Tidak ada cara lain untuk membangun sebuah kebiasaan kecuali melakukan sebuah tindakan secara terus-menerus berulang-ulang dengan disiplin. Melalui kedisiplinan kita dapat mengembangkan potensi dahsyat yang ada dalam diri kita. Kita harus menerapkan dan mempraktikkannya secara terus menerus, sedikit demi sedikit, meningkat sesuai perjalanan waktu. Mulai dan terus berjalan walau hasilnya belum sempurna. Kesempumaan adalah bagian dari proses itu sendiri.

Disiplin harus mulai dari diri sendiri. Mark Spitz tidak bisa membayar orang lain latihan menggantikan dirinya. Bagaimana dengan disiplin diri kita? Perihal pola makan, istirahat, tidur, dan sebagainya? Berlanjut dengan disiplin di pekerjaan, dalam memberikan laporan tepat waktu? Hadir rapat sesuai undangan? Mengatur prioritas di tengah banyaknya pekerjaan juga memerlukan latihan kedisplinan. Jika tidak, maka akan tidak terkendali dengan hasil yang buruk.

Mari terus melatih diri secara disiplin, mengembangkan kompentesi yang kita miliki untuk memberikan hasil yang lebih baik lagi.

Penulis : ulbrits.siahaan @ component.astra.co.id

”In reading the lives of great men, I found that the first victory they won was over themselves, self-discipline with all of them come first.”
HARRY S. TRUMAN

http://www.ocidbrass.com

2 Responses to Latihan dan Disiplin

  1. Taruhan bola says:

    bener banget kita harus belajar disiplin,,, semngat

  2. Sangat setuju, Disiplin harus di mulai dari diri sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *