Coolant (Cairan Pendingin) di Kendaraan Bermotor

Radiator boleh dibilang merupakan komponen kendaraan yang hampir tidak terpisahkan bagi sebagian besar kendaraan bermotor. Fungsi radiator sendiri adalah untuk menjaga temperatur mesin sehingga mesin tetap berada pada suhu dimana mesin dapat beroperasi secara optimal. Bagian radiator sendiri yang bertugas menjaga suhu biasanya menggunakan media pendingin berupa cairan yang biasa juga disebut coolant. 

Air radiator sendiri meski pakai air suling juga disebut Coolant.

Penggunaan Radiator Coolant campuran (bisa yang ditambahkan atau diisi galonan sekaligus tanpa penambahan air biasa), bertujuan menaikkan titik didih.

Prinsip kerjanya, air akan menangkap energi kalor yang akan menaikkan temperatur hingga 100*C. Setelah lewat dari titik didih itu, air tidak akan bisa menangkap energi kalor lagi. Salah satu cara untuk meningkatkan titik didih adalah dengan menaikkan tekanan. Hal ini sesuai dengan rumus kimia 

P V = n R T 
dimana 😛 = Pressure
V = Volume
n = molaritas air
R = konstanta Gas yang besarnya tergantung pada satuan Tekanan, Temperatur, dan Volume
T = temperatur

Dalam konteks radiator, pemberian Radiator Coolant tercampur akan meningkatkan titik didih yang sanggup diterimanya yang berfungsi untuk lebih banyak menyerap energy kalor yang kemudian dibawa ke radiator untuk dilepas oleh udara bebas.

Banyak jenis Radiator Coolant campuran yang ada dipasaran, pilihlah yang memang bermutu dan telah direkomendasikan baik oleh mekanik bengkel, maupun komunitas sehingga jangan sampai tertipu oleh cairan radiator yang hanya diberi pewarna belaka namun memiliki potensi untuk menimbulkan clog atau sumbatan atau kerak.

Dalam perkembangan selanjutnya, ditambahkan pula aditif tambahan untuk melumasi water pump dan thermostat, anti karat hingga bahkan anti beku. 

Penggunaan air suling (bisa dari AC), memang bagus untuk radiator dalam kondisi normal. Dalam arti, tidak memiliki resiko untuk menciptakan kerak karena tidak terdapat zat-zat pengotor.. Kondisi tak normal seperti penyumbatan, atau hal hal lainnya, air suling sebagai Radiator Coolant kurang dapat diandalkan.

http://www.ocidbrass.com

One Response to Coolant (Cairan Pendingin) di Kendaraan Bermotor

  1. Itu rumus untuk menghitung intensitas air pendingin ya min? Bisa berikan contoh tidak untuk menghitungnya? Soalnya kalau rumus saja agak pusing haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *