40 Prinsip TRIZ

40 prinsip dasar TRIZBerbicara mengenai metode TRIZ, maka tidak dapat dipisahkan dari 40 prinsip TRIZ. Hal tersebut disebabkan, 40 prinsip ini boleh dibilang merupakan basic tool yang diperkenalkan dalam TRIZ sebelum tool-tool lainnya yang dikembangkan dalam metode TRIZ ini.

Genrich Altshuller mengembangkan 40 prinsip TRIZ  ini lebih dari 20 tahun yang lalu. Dia beserta tim-nya telah mereview ribuan paten terpilih dari seluruh dunia, terutama paten-paten yang berasal dari industri yang terdepan dalam hal invensi. Dalam hal ini, Altshuller tertarik untuk meneliti kontradiksi yang terjadi yang telah diselesaikan tanpa kompromi (dalam paten-paten tersebut).

Altshuller menemukan bahwa masalah teknis dapat diselesaikan dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sebelumnya telah digunakan untuk menyelesaikan masalah serupa pada situasi invensi yang lain.

Sebagai contoh, masalah keausan yang biasa terjadi pada saat memproduksi produk yang abrasive, dengan masalah keausan yang biasa terjadi ujung alat keruk traktor excavator ternyata sama-sama dapat diselesaikan dengan prinsip “Segmentasi”.

Dari hasil analisanya terhadap invensi-invesi yang sukses, Altshuller menemukan ada 40 prinsip yang biasa digunakan untuk pemecahan masalah-masalah kontradiksi yang ada.

Genrich Altshuller juga mengidentifikasikan bahwa terdapat 39 karakteristik umum dari suatu sistem teknis yang menyebabkan terjadinya kontradiksi. Altshuller menggunakan informasi yang dia temukan ini untuk mengembangkan “Matriks Kontradiksi” yang dapat digunakan untuk menyelesaikan lebih dari 1000 permasalahan kontradiksi berbeda tanpa kompromi.

Ke-40 prinsip TRIZ tersebut adalah :

1. Segmentasi (Segmentation)
2. Ekstraksi (Taking out)
3. Optimasi Lokal (Local quality)
4. Ketidaksimetrisan (Asymmetry)
5. Penggabungan (Merging or combining)
6. Multi Guna (Universality)
7. Persarangan (Nesting dolls)
8. Penyeimbangan (Anti-weight)
9. Pencegahan (Preliminary anti-action)
10. Penyiapan (Preliminary action)
11. Pengamanan (Beforehand cushioning)
12. Penyelarasan (Equipotential)
13. Pembalikan (Other way around)
14. Pelengkungan (Spherical shapes)
15. Pendinamisan / Adaptasi (Dynamism)
16. Pelebihan / Pengurangan (Partial or excessive action)
17. Penambahan dimensi (Moving to another dimension)
18. Penggetaran (Mechanical vibration)
19. Periodisasi (Periodic action)
20. Pemberlajutan Manfaat (Continuity of useful action)
21. Percepatan Perlakuan (Skipping / Rushing through)
22. Pemanfaatan Kerugian (Blessing in disguise / harm to benefit)
23. Umpan Balik (Feedback)
24. Perantara (Intermediary)
25. Swalayan (Self-service)
26. Penyalinan (Copying)
27. Murah / Sekali Pakai (Cheap disposable)
28. Penggantian Sistem / Teknik (Replace a mechanical system)
29. Pemakaian sistem Pnuematik atau Hidrolik (Pneumatics or hydraulics)
30. Pemakaian Membran / Lapisan (Flexible films or membranes)
31. Pemakaian Material Berpori / Rongga (Porous materials)
32. Pengubahan Warna (Optical changes)
33. Homogenitas (Homogenity)
34. Penghilangan – Pemunculan (Recycling / rejecting and regenerating)
35. Transformasi (Physical or chemical properties)
36. Transisi (Phase Transition)
37. Pemuaian (Thermal expansion)
38. Oksidator (Strong oxidants)
39. Lingkungan Netral (Inert environment)
40. Material Komposit (Composite materials)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *