10 Jurus Eco-Driving

Sistem manajemen penghematan BBM versi Eco-Driving mulai berkembang setahun belakangan ini, Kata Eco adalam Eco-Driving dapat diartikan “Ecology” sekaligus “Economic”. Definisi sederhananya ialah perilaku berkendara yang hemat biaya serta ramah lingkungan. Ada 5 hal yang menjadi tujuan Eco-Driving, yakni penghematan biaya, penurunan emisi gas buang, polusi udara, kemacetan, dan angka kecelakaan. Sedangkan tiga unsur pendukungnya adalah manajemen lalu lintas dan infrastruktur, teknologi kendaraan, serta perilaku pengguna jalan.

Dari komposisi unsur-unsur pendukung tersebut, pengendara kendaraan punya peran penting dalam tercapainya tujuan Eco-Driving.Artinya, meskipun dari sisi teknologi manajemen lalu lintas serta infrastruktur telah terpenuhi, jika tidak ditunjang perilaku berkendara yang efisien, tujuan Eco-Driving tidak akan tercapai.

Berdasarkan survei Swisscontact, sebuah lembaga nilrlaba yang giat menggelar proyek pengurangan pencemaran lingkungan, penerpan Eco-Driving bagi pengguna kendaraan pribadi bisa menghemat pengeluaran rata-rata Rp 900.000,- perbulan. Nah, mulai saat ini, siapkan diri anda untuk menerapkan jurus-jurus Eco-Driving.

  1. Perawatan Mesin
    Perawatan mesin dengan servis berkala, sebab konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen yang sudah banyak mengalami keausan/kerusaakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Demikian pula, jangan mengabaikan uji emisi. Jika hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna. Penyetelan emisi HC dan CO yang pas bisa dilakukan di bengkel resmi.
  2. Tekanan Angin Ban
    Periksa tekanan angin ban, setidaknya dua minggu sekali. Pastikan ukuran angin sesuai rekomendasi pabrik. Tekanan angin kurang dari 25% dari ukuran normal akan meningkatkan 10 % traksi roda, yang membuat konsumsi BBM meningkat sekitar 2 %. Demikian sebaliknya, jika tekanan angin ban terlalu tinggi.
  3. Perencanaan Perjalanan
    Rencanakan denagn baik perjalanan anda, meliputi pemilihan rute perjalanan, waktu perjalanan, serta moda transportasi yang digunakan. Pilihan rute perjalanan yan berjarak paling dekat, dan hindari kemacetatn, sebab pengendaraan stop and go membuat mesin berkerja sangat tidak efektif, dan tentu saja boros BBM.
  4. Beban Optimal
    Setiap menggunakan kendaraan perhatian beban mesin. Semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM.
  5. Gigi Perseneling Sesuai RPM
    Pindahkan gigi persenelingsesuai rasio putaran mesin (RPM). cara paling mudah adalah menyesuaikan dengan spesifikasi seperti tercantum pada buku manual kendaraan atau brosur.
  6. Deselerasi
    Kebiasaan yang sering dilakukan pengendara adalah tidak segera menyesuaikan gigi perseneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang, lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaliknya pindahkan gigi perseneling ke posisi yang lebih rendah.
  7. Saat Mesin Idle
    Saat berhenti sejenak, sebaiknya matikan mesin. Konsumsi bahan bakar saat idle untuk mobil modern sekitar 1 liter/jam.
  8. Cara Memainkan Pedal Gas
    Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak. Injakan harus stabil dan bertahap agar bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak terlalu banyak.
  9. Kecepatan Konstan
    Pada jalan lurus minim hambatan, jaga kecepatan konstan sekitar 80 km/jam. Usahakan melajukan mobil dengan gigi transmisi tinggi pada rpm rendah agar beban mesin ringan.
  10. Bijak Gunakan AC
    Gunakan AC sesuai kebutuhan dan konsumsi ruangan, karena kompresor AC memberikan beban yang cukup besar bagi mesin. (Arif Hidayat)

http://www.ocidbrass.com

One Response to 10 Jurus Eco-Driving

  1. Hello
    Nice Blog with Excellent information, Nothing against the article. In awe of that answer! Really cool!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *